PPOB (Payment Point Online Bank) sudah di terapkan di beberapa daerah di Jawa Barat dan sekarang mulai diberlakukan juga di daerah lain. Pro kontra tentang pelaksanaan PPOB masih menjadi perdebatan di kelompok masyarakat, penyelenggara pembayaran rekening listrik, dan anggota dewan di daerah masing-masing.
Apa sih PPOB?
Payment Point Online Bank atau disingkat PPOB adalah layanan pembayaran rekening listrik pelanggan PLN secara online melalui jasa Bank. PLN dengan beberapa kali kebijakan telah berupaya memperbaiki sistem pembayaran rekening listrik pelanggannya mulai dari manual, ofline kemudian sekarang menuju ke online. Beberapa produk yang diluncurkanpun diharapkan mampu meningkatkan kinerja PLN secara nyata. PPOB menggunakan jasa Bank sebagai lembaga keuangan, lembaga Switching sebagai gateway lalu lintas data, plus Data Center PLN sebagai penyedia data. Dan yang terakhir adalah outlet-outlet yang bisa berupa sebagai berikut:
-ATM
-Teller
-Auto Debet
-SMS Banking
-Phone Banking
-Internet Banking
-SST
-KUD
-EDC
-Wartel
-Yayasan
-Kelurahan
-Pesantren
-Kantor Pos
-Mobil Pos
Pro kontra PPOB
Beberapa penolakan dan dukungan terhadap produk ini terus mengalir di masyarakat seperti terlihat di bawah ini :
PPOB sebagai solusi atau ilusi?
Dan salah satu penerapan PPOB inipun seperti diungkap pejabat PLN disini adalah untuk meminimalisir resiko dan menekan angka tunggakan serta mengurangi biaya operasional. Penerapan untuk daerah metropolis mungkin tidak menimbulkan dampak yang berarti dengan pengenaan biaya administrasi bank sebesar rp.1600 sampai rp.5000 karena tingkat ekonomi dan akses ke outlet-outlet berdekatan. Masalah justru dikhawatirkan timbul di pedesaan yang selama ini menerapkan
sistem kolektif dan tingkat ekonomi yang masih rendah serta akses ke outlet yang masih jauh. Tapi hal ini dibantah oleh pihak yang pro disini karena dianggap biaya administrasi PPOB lebih kecil dari biaya transportasi menuju ke outlet-outlet. Terlepas dari pro dan kontra yang terjadi dengan adanya PPOB, selama semua dapat dikomunikasikan dan tidak ada informasi yang ditutup-tutupi, sebagai pelanggan listrik akan menerima selama itu juga meningkatkan mutu layanan PLN pada saat terjadi gangguan,pemadaman serta troubleshooting lainnya. Warga di pedesaan entah karena sosialisasi yang kurang atau sebab lain sampai saat ini masih ada yang tidak tahu tentang perubahan-perubahan sistem pembayaran serta jatuh tempo waktu pembayaran. Sehingga masih ada saja pelanggan yang terkejut saat dikenai biaya keterlambatan karena kurang informasi. Pelanggan sudah sangat berterima kasih karena diterangi sampai saat ini.Dan anggaran yang di hemat dari pelaksanaan PPOB semoga dapat meningkatkan jumlah jaringan yang masuk ke pelosok desa dengan diinvestasikan untuk pembangunan pembangkit-pembangkit baru, sehingga seperti slogan PLN yang ingin menjadikan
listrik untuk kehidupan yang lebih baik.
Komunikasi Multi Arah
Bagaimana sebuah perusahaan bisa melibatkan pelanggannya dalam menentukan makna dan karakter dari produknya sudah banyak diterapkan oleh perusahaan-perusahaan kelas dunia. Beberapa pihak berpendapat bahwa saat ini sebuah produk tidak bisa lagi statis dan diterapkan secara sepihak oleh perusahaan. Begitu juga dengan PLN dengan PPOB nya. Beberapa upaya komunikasi eksternal ke poin-poin berikut mungkin sudah dilakukan :
-Hukum
-Pemda
-DPRD
-Ulama
-Pelanggan
-LSM
-Pers
-Mitra Kerja
Dan mungkin masih ada lagi upaya komunikasi multi arah lain (citizens brand mungkin?) yang dapat menggaet dan mempertahankan relasi emosional jangka panjang dengan komunitas dan masyarakat di sekitarnya. Tidak ada salahnya mengadopsi sebuah sistem yang sukses di satu daerah untuk diterapkan di daerah yang lain selama migrasi itu berlangsung mulus, cantik serta cerdas. Untuk daerah-daerah yang akan diluncurkan produk PPOB semoga dapat menikmati kemudahan layanan ini dan jangan menunggak lagi agar tidak terkena biaya keterlambatan. Jika anda merasa pro maupun kontra dengan produk ini, berpendapatlah..mumpung ini era kebebasan yang bertanggung jawab.
(UPDATE PRO DAN KONTRA PPOB)
(Dîrghâyuh sira sang rumengwa tuwi sang mamaca manulisa)

, perhatikan Servis purna jualnya, apakah tersedia teknisi yang mau berpanas-panas dan berhujan-hujan ria untuk pointing (penanganan troubleshooting) koneksi jaringan internetnya..Finally selamat mencari ISP di Malang….