Feeds:
Tulisan
Komentar

Blogku belum mati

Hmmmm…sudah lama rasanya tidak update postingan di blog ini. Hampir satu tahun…beberapa karena kesibukan yang berkaitan dengan posting terakhir, sebagian karena mutasi tempat kerja dengan perubahan pekerjaan baru, sebagian lagi karena kemalasan juga…atau lebih tepatnya kurangnya motivasi dalam menulis akan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain.

Hari ini secara sadar aku coba membuka lagi blogku, baca-baca lagi postinganku, aku temukan beberapa kisah aku, temenku, lingkungan sekitarku. Menyentuh, kadang gombal dan lebih parahnya lagi tidak bernilai apa-apa bagi orang lain. Huff…benar seperti kata temenku penulis, bahwa kalau ingin di ingat jaman, tetaplah menulis.

Beberapa hal yang membuat lama tidak posting disini juga karena perkembangan teknologi informasi (internet) itu sendiri. Beberapa komunitas mulai beralih ke situs jejaring sosial yg lain seperti friendster, facebook, twitter dan lain-lain. Beberapa memang memberi manfaat karena berhasil menemukan teman-teman masa sekolah dan ber say hallo…afther that..hanya tulisan-tulisan gak jelas yang kutemui disana.

Sebenarnya banyak hal yang mengganggu pikiranku dan ingin kutuangkan dalam tulisan, tapi hanya berwujud konsep dan konsep, dan akhirnya gak jadi di posting. Memulai lagi dari awal sebuah proses belajar menulis….hmmmm. Selama ini aku lebih banyak mendengar, membaca dan mengomentari, bukan lagi menulis…proses berproduksi. Suatu hal yang memberiku keleluasaan akan olah pikir, ketegangan sel-sel kelabu yang ingin memuntahkan semua dari tempurung otak.

Lebih tepat kalo tulisan ini adalah proses pengkabelan kembali sel-sel kelabu dalam otak. Ada beberapa sel dalam otak ini yang harus mulai ada pengkabelan kembali. Menuntut untuk diisi hal-hal diluar kebiasaannya. Beberapa sel dalam otak kiri seperti berteriak dan ingin membaginya dengan sel otak kanan. Merasakan sebuah beban yang berlebihan dalam kapasitasnya sebagai sebuah otak, sebagai penyeimbang aku coba menengahi kecemburuan otak kiri ini dengan mengajak otak kanan untuk menjalankan fungsinya.

Apa yang menjadi awal ingin menulis lagi di blog ini hanya semata karena ingin latah aja, ingin menulis yang mungkin terlupa di sekitarku, seperti yang dilakukan anjing pada saat mengencingi roda mobil..jadi air kencingnya bisa dibawa kemana-mana oleh si mobil tanpa harus anjing itu lari-lari mengelilingi jalan panjang untuk memberitahukan air kencingnya :D

PPOB PLN, Pro dan Kontra

PPOB (Payment Point Online Bank) sudah di terapkan di beberapa daerah di Jawa Barat dan sekarang mulai diberlakukan juga di daerah lain. Pro kontra tentang pelaksanaan PPOB masih menjadi perdebatan di kelompok masyarakat, penyelenggara pembayaran rekening listrik, dan anggota dewan di daerah masing-masing.

Apa sih PPOB?

Payment Point Online Bank atau disingkat PPOB adalah layanan pembayaran rekening listrik  pelanggan PLN secara online melalui jasa Bank. PLN dengan beberapa kali kebijakan telah berupaya memperbaiki sistem pembayaran rekening listrik pelanggannya mulai dari manual, ofline kemudian sekarang menuju ke online. Beberapa produk yang diluncurkanpun diharapkan mampu meningkatkan kinerja PLN secara nyata. PPOB menggunakan jasa Bank sebagai lembaga keuangan, lembaga Switching sebagai gateway lalu lintas data, plus Data Center PLN sebagai penyedia data. Dan yang terakhir adalah outlet-outlet yang bisa berupa sebagai berikut:
-ATM             
-Teller             
-Auto Debet 
-SMS Banking
-Phone Banking
-Internet Banking
-SST
-KUD 
-EDC 
-Wartel 
-Yayasan            
-Kelurahan           
-Pesantren           
-Kantor Pos           
-Mobil Pos 

Pro kontra PPOB

Beberapa penolakan dan dukungan terhadap produk ini terus mengalir di masyarakat seperti terlihat di bawah ini :

PPOB sebagai solusi atau ilusi?

Dan salah satu penerapan PPOB inipun seperti diungkap pejabat PLN disini adalah untuk meminimalisir resiko dan menekan angka tunggakan serta mengurangi biaya operasional. Penerapan untuk daerah metropolis mungkin tidak menimbulkan dampak yang berarti dengan pengenaan biaya administrasi bank sebesar rp.1600 sampai rp.5000 karena tingkat ekonomi dan akses ke outlet-outlet berdekatan. Masalah justru dikhawatirkan timbul di pedesaan yang selama ini menerapkan
sistem kolektif dan tingkat ekonomi yang masih rendah serta akses ke outlet yang masih jauh. Tapi hal ini dibantah oleh pihak yang pro disini karena dianggap biaya administrasi PPOB lebih kecil dari biaya transportasi menuju ke outlet-outlet. Terlepas dari pro dan kontra yang terjadi dengan adanya PPOB, selama semua dapat dikomunikasikan dan tidak ada informasi yang ditutup-tutupi, sebagai pelanggan listrik akan menerima selama itu juga meningkatkan mutu layanan PLN pada saat terjadi gangguan,pemadaman serta troubleshooting lainnya. Warga di pedesaan entah karena sosialisasi yang kurang atau sebab lain sampai saat ini masih ada yang tidak tahu tentang perubahan-perubahan sistem pembayaran serta jatuh tempo waktu pembayaran. Sehingga masih ada saja pelanggan yang terkejut saat dikenai biaya keterlambatan karena kurang informasi. Pelanggan sudah sangat berterima kasih karena diterangi sampai saat ini.Dan anggaran yang di hemat dari pelaksanaan PPOB semoga dapat meningkatkan jumlah jaringan yang masuk ke pelosok desa dengan diinvestasikan untuk pembangunan pembangkit-pembangkit baru, sehingga seperti slogan PLN yang ingin menjadikan
listrik untuk kehidupan yang lebih baik.

Komunikasi Multi Arah

Bagaimana sebuah perusahaan bisa melibatkan pelanggannya dalam menentukan makna dan karakter dari produknya sudah banyak diterapkan oleh perusahaan-perusahaan kelas dunia. Beberapa pihak berpendapat bahwa saat ini sebuah produk tidak bisa lagi statis dan diterapkan secara sepihak oleh perusahaan. Begitu juga dengan PLN dengan PPOB nya. Beberapa upaya komunikasi eksternal ke poin-poin berikut mungkin sudah dilakukan :

-Hukum
-Pemda
-DPRD
-Ulama
-Pelanggan
-LSM
-Pers
-Mitra Kerja

Dan mungkin masih ada lagi upaya komunikasi multi arah lain (citizens brand mungkin?) yang dapat menggaet dan mempertahankan relasi emosional jangka panjang dengan komunitas dan masyarakat di sekitarnya. Tidak ada salahnya mengadopsi sebuah sistem yang sukses di satu daerah untuk diterapkan di daerah yang lain selama migrasi itu berlangsung mulus, cantik serta cerdas. Untuk daerah-daerah yang akan diluncurkan produk PPOB semoga dapat menikmati kemudahan layanan ini dan jangan menunggak lagi agar tidak terkena biaya keterlambatan. Jika anda merasa pro maupun kontra dengan produk ini, berpendapatlah..mumpung ini era kebebasan yang bertanggung jawab.

 (UPDATE PRO DAN KONTRA PPOB)

(Dîrghâyuh sira sang rumengwa tuwi sang mamaca manulisa)

Lebih dari 1000 kios terbakar, dan lebih dari 1000 pedagang mengalami kerugian yang tidak sedikit. Apa yang tersisa dari sebuah peristiwa kebakaran Pasar besar Madiun? Bermacam masalah muncul, mulai dari penanganan pemadaman, aksi penjarahan sampai masalah relokasi sementara yang menjadi perdebatan sengit. Apa yang saya khawatirkan saat menulis ini ternyata tidak terjadi, justru peristiwa yang lebih besar terjadi pada saat pesta demokrasi warga Madiun.

Walaupun tidak sedikit warga Madiun yang ber opini buruk terhadap peristiwa itu, tapi kehidupan harus tetap jalan, kios-kios sementara harus tetap didirikan dan lokasi yang strategis agar tidak kehilangan pembeli harus menjadi pertimbangan dalam relokasi sementara. Seperti motto dan slogan-slogan yang saya temui di sepanjang sudut kota Madiun, “MADIUN BANGKIT”.

Madiun jangan lagi menangis, para pedagang pasar harus tetap bersatu, karena tidak menutup kemungkinan dengan kondisi seperti ini ada pihak yang memanfaatkan situasi demi kepentingan golongan tertentu. Para penentu kebijakan kota Madiun, tolong perhatikan kesulitan para pedagang, jangan sampai peristiwa yang sama terulang lagi, perbaiki sistem pemadam kebakaran, jangan sampai timbul penanganan yang berlarut-larut seolah-olah terjadi pembiaran pembakaran.

Nasib para pedagang pasar Madiun yang semakin terjepit dengan berdirinya supermarket-supermarket besar baru-baru ini jangan semakin dipersulit dengan lambannya pembangunan kembali pasar besar Madiun. Pasar yang dulu menjadi kebanggaan warga Madiun, panggon jujukan blonjo harus tetap berdiri, dan bagi lembaga terkait tolong juga awasi dan evaluasi pembangunan mini market dan supermarket yang semakin banyak, apakah sudah sesuai ketentuannya dari sisi persaingan usaha, jarak antar lokasi, dampak terhadap lingkungan sekitar dan lain-lain.

Saya dan mungkin sebagian besar warga Madiun senang dengan berdirinya banyak supermarket/mall, tapi kami juga senang jika keberadaan pasar tradisonal tetap dijaga, karena disinilah faktor riil penggerak ekonomi masyarakat Madiun.

 

(Dîrghâyuh sira sang rumengwa tuwi sang mamaca manulisa)

Hari minggu kemaren pas ada acara keluarga di Malang, seorang kemenakan berniat untuk memasang internet di kantornya. Sebuah kantor yang digunakan untuk usaha biro travelling, dan dia menanyakan kira-kira ISP yang bagus di kota Malang dimana?

Kemudian aku usulkan untuk mencari informasi di sekitar kantornya apakah ada ISP yang bagus, biasanya memang di beberapa tempat di Malang menggunakan produk internet milik BUMN di negeri ini. Akhirnya aku coba rekomendasi beberapa alternatif lain kalau memang dia tidak mau menggunakan ISP tersebut. Aku sendiri sudah lama gak update informasi ISP-ISP yang lagi in di Malang. Akhirnya setelah beberapa kali surfing aku dapatkan beberapa alternatif ISP di Malang yang dapat dicoba :

Kategori wireless 2.4 GHZ :

Kategori non Wireless 2.4 Ghz (personal dialup/ADSL//GPRS/3G)

  • Telkomnet
  • Speedy
  • Indosat
  • Telkomsel Flash
  • XL
  • Fren
  • Smart
  • Dll

Untuk kategori yang wireless 2.4 Ghz aku dapat informasi kalo ISP beningnet , yang walaupun baru berdiri sekitar satu tahun ini namun memiliki coverage area yang paling luas meliputi Ngantang, Pujon, Batu, Malang Kota, Singosari, Kepanjen, Dampit, Kabupaten Malang. Bahkan mereka ngeklaim kalo wireless 2.4 Ghz nya sampai di Madiun (on progress). ISP yang berkantor di daerah sawojajar ini memiliki jaringan tersebar secara merata di seluruh Malang Kota dan Kabupaten karena dulunya memang penyedia jaringan wireless 2.4 Ghz untuk sebuah instansi BUMN di Malang, ini info dari marketingnya sih.Hmmm…makanya sampai segitunya, tapi terlepas dari semua itu aku saranin familiku tersebut untuk memilih sesuai dengan kebutuhannya saja. Misalnya kalo pemakaiannya gak terlalu sering dan gak butuh dunlut yang macam-macam mending dial up aja, tapi kalo buat dunlut yang aneh-aneh ya alternatifnya seperti diatas itu.

Dan yang paling penting, buat saran saja untuk familiku itu, jangan termakan omongan marketing ISP, mereka adalah penjual, jangan membeli ikan dalam botol :) , perhatikan Servis purna jualnya, apakah tersedia teknisi yang mau berpanas-panas dan berhujan-hujan ria untuk pointing (penanganan troubleshooting) koneksi jaringan internetnya..Finally selamat mencari ISP di Malang….

 

(Tulisan ini tidak berafiliasi dengan salah satu ISP diatas, dan kalo kurang tolong ditambahi )

Adam Malik, agen CIA?

ciaAdalah seorang wartawan New York Times Tim Weiner, dalam bukunya Legacy of Ashes, History of the CIA yang mengutip pernyataan seorang pejabat tinggi CIA  Clyde McAvoy, bahwa wakil Presiden ketiga RI Adam Malik sebagai agen CIA, seorang pejabat tertinggi yang pernah direkrut CIA.

Dalam buku disebutkan kalau Adam Malik  berperan menggulingkan Soekarno, dan menumpas PKI. CIA pun membentuk trio yang kelak berkuasa pascatumbangnya Soekarno, yakni Adam Malik, Sultan Hamenglubuwono IX, dan Soeharto. Beberapa pengamat sejarah dan politik meragukan pernyataan tersebut karena hanya bersumber pada satu obyek saja tanpa ada sumber kedua yang memperkuat pernyataan tersebut.

Ada apa dibalik semua ini?apakah ini hanya pembelokan opini semata ditengah persoalan ekonomi bangsa, atau memang ada pihak lain yang mengambil keuntungan dari sisi politis? Bagaimana jika ini bukan teknik marketing si Tim Weiner? Bagaimana jika ini adalah sebuah kebenaran? Apa sisi untung dan ruginya bagi pemerintah?

Kita seperti sudah banyak menemui temuan-temuan baru yang bertolak belakang dengan sejarah setelah era itu tumbang, entah itu didasari motif material si pencari fakta, atau memang motif meluruskan sejarah belaka. Dan sejarah memang tidak terlepas dari siapa yang berkuasa saat itu, maka dia akan berperan besar dalam membuat sejarah pada masanya. 

Pemerintah dengan bijak akan menyelidiki lebih dulu persoalan ini, apakah terkait dengan stabilitas pertahanan dan keamanan negara, politik maupun ideologi. Kebijakan membredel dan menarik buku tersebut justru akan membuat orang penasaran. Tetapi berikan porsi seperlunya saja dari bentuk penanganannya, sehingga porsi pemerintah untuk mengatasi persoalan ekonomi tetap menjadi prioritas.

Kewaspadaan tinggi tetap diperlukan dalam situasi global yang tidak menentu sekarang ini, kita boleh ragu dengan pernyataan wartawan itu, kita bisa saja ber teori konspirasi ada pihak asing yang tidak ingin Indonesia maju dengan memberikan Indonesia beban sejarah baru sehingga negara tidak akan pernah memikirkan masa depan dan hanya berkutat dengan mengungkit-ungkit sejarah yang kelam.

Kita dapat juga berteori bahwa CIA adalah dalang dari semua ini, mereka adalah dinas rahasia yang tidak diragukan kemampuannya di dunia selain Mossad. Dan tidak menutup kemungkinan sampai sekarang pun masih ada pejabat tinggi yang menjadi agen CIA, kalau kita ingin ber teori konspirasi. Mungkin bisa jadi teman dekat, keluarga, atau blogger2 disini adalah salah satu agen CIA?Bagaimanapun teori ini sangat menarik waktu jadi bahan obrolan di kantor, warung kopi, bahkan di blog. Dan kita boleh bertanya-tanya penjualan aset-aset bangsa yang dijual ke pihak asing apakah juga menjadi bagian dari konspirasi tersebut. Semua teori ini semoga meningkatkan kewaspadaan bangsa untuk terus melangkah ke depan.

 

( SAK BEJO BEJANING WONG KANG LALI IKU ISIH BEJO WONG KANG ELING LAN WASPODO )

Tulisan Sebelumnya »