Hari itu merupakan pertama kali saya mengikuti semacam pencerahan yang diberikan oleh bapak Effendi Ghozali tentang ilmu komunikasi beserta implementasinya di kehidupan kita sehari-hari. Acara tersebuat berlangsung di sela-sela Rapat Pimpinan PT.PLN Dist.Jatim yang memang sengaja mengundang beliau untuk sharing ilmu komunikasi bagi pimpinan PLN.
Dalam ceramahnya yang lumayan padat diselingi joke-joke segar seputar komunikasi membuat mata dan telinga seolah tak mau berpaling dari pokok pembicaraan yang tengah di kemukakan. Ada satu kalimat menarik yang disampaikan yaitu tentang ilmu komunikasi dalam bidang pemberitaan di media massa, beliau menceritakan pada saat ini bangsa Indonesia sedang berada pada masa sinisme. Dimana-mana di lingkungan kita, media massa dan di lingkungan gedung dewan sekalipun semua orang merasa sinis terhadap apapun yang terjadi.
Pada saat kita disuguhi oleh berita-berita terbaru yang terjadi maka kita akan dengan cepat melupakan berita dua hari atau tiga hari yang lalu yang mungkin dari sisi kuantitas dan kualitas harus lebih mendapat perhatian. Dan dengan sinis pula kita mengomentari setiap tindakan dan ucapan orang lain atau tokoh politik sekalipun.
Saya sendiri dengan sedikit persepsi juga ingin mengomentari pendapat atau pandangan dari pak Effendi ini, dalam salah satu diskusinya itu beliau mengatakan bahwa ”kita tidak cukup hanya mengakui telah berbuat salah tapi juga harus disertai perkataan atau ucapan yang mengindikasikan bahwa kita bisa memberikan benefit kepada orang itu, sehingga orang akan berfikir bahwa kita punya inisiatif untuk tidak melakukan kesalahan lagi”.
Saya sebagai masyarakat pada umumnya baru mengerti bahwa apa yang disampaikan tersebut merupakan sebuah panduan berkomunikasi yang bagus dan menjadi buah pemikiran baru bahwa untuk hidup ber sosial apalagi sebagai publik figur ataupun perusahaan publik tidak cukup dengan kita memiliki kepandaiaan, high skill, teknologi modern, dan semua komponen yang membuat kita confidence….tapi diluar itu kita membutuhkan komunikasi diri sebagai bentuk kita sebagai makhluk sosial …walaupun kita berada di masa sinisme seperti kata pakar kita…bagaimana dengan anda..sudah siapkah mengkomunikasikan diri anda?
![]()
