Feeds:
Pos
Komentar

Note Tonight

Finally, after 2 years I’ve got my wp password…thanks God. Some page maybe missing..world change..my blog too…nothing to share tonight…tired..good night blogger

Calon Walikota Malang

Perhelatan pesta demokrasi di kota Malang akan kembali digelar tahun 2013 ini, hal ini menjadi bagian tulisan dalam blog karena selain saya sudah sah menjadi warga Malang sejak 4 tahun yang lalu  saya juga ingin Malang jadi lebih hidup. Sehingga menjadi kewajibanku sebagai warga kota untuk ikut berpartisipasi dalam pesta demokrasi kali ini. Sebenarnya gaung pemilukada di Malang ini sudah dimulai di tahun 2012 lalu, dimana sudah banyak terpasang baliho, spanduk, poster dan lain-lain dari bakal calon walikota Malang periode 2013-2018.

Menginjak awal tahun 2013 beberapa bakal calon semakin gencar memperkenalkan diri kepada masyarakat Malang melalui berbagai media, karena tidak ingin kehilangan start. Sebenarnya sah-sah saja mereka mencitrakan diri sedini mungkin selama itu tidak melanggar aturan dan etika. Saya yang awalnya awam dengan siapa-siapa bakal calon akhirnya jadi tahu calon yang akan memimpin kota Malang tercinta ini, walaupun pada awalnya sedikit mengganggu wajah kota tapi sedikit demi sedikit mulai saya biasakan mata ini untuk terpaksa belanja bakal calon walikota,ūüôā

 

Siapa Bacawali Malang

Dari hasil jalan-jalan di seputaran Jalan protokol kota Malang dan baca-baca media yang terbit di Malang, berikut ini daftar-daftar bakal calon walikota Malang periode 2013-2018 sesuai pengamatanku:

  • Sri Rahayu>>PDIP
  • Heri Pudji Utami>>PDIP
  • Arif HS>>PKS
  • Sofyan Edi Jarwoko>>Golkar
  • Anton>> PKB-Gerindra-Independent?

Kalau ada perkembangan perubahan Bacawali atau penambahan semoga saja bisa update, maklum lah daya jelajahku setiap jalan-jalan hanya di seputaran jalan protokol selain itu pada saat tulisan ini dibuat beberapa bakal calon belum mendapat rekomendasi resmi dari partainya. Dari pengetahuan saya yang minim sebagai warga baru kota Malang secara keseluruhan tidak mengenal masing-masing Bacawali, namun ada beberapa calon yang sempat saya ikuti kegiatannya.

 

Arema Siapkan Pilihanmu

Kita tahu lah pasti semua visi dan misi mereka baik, demi perbaikan kota Malang ke depan baik secara politik, sosial dan kesejahteraan masyarakatnya. Yang perlu mendapat catatan adalah seberapa riil kiprah masing-masing bacawali tersebut selama ini, seberapa jauh peran mereka dalam lingkungan sekitar kita, perubahan apa yang kita dapatkan dengan peran mereka selama ini? menuju kemajuan apa malah kemunduran?.

Kota Malang sebagai kota pendidikan, saya yakin masyarakatnya sudah cerdas untuk bisa membedakan mana yang riil aktivitas mereka atau hanya pencitraan semata menjelang pemilukada. Walaupun mereka bukanlah superhero yang bisa menyelesaikan permasalahan kota Malang  secara sempurna, paling tidak ada niat baik, kinerja yang terukur, dan keikhlasan dalam mengabdi pada masyarakat kota Malang.

Yang terakhir, dalam tulisan pendek saya kali ini, saya berharap Arema bisa menentukan pilihannya sesuai hati nurani pada pemilukada tahun ini, dan seiring dengan semakin redupnya mata ini di depan laptop, maka saya sudahi tulisan pendek ini, semoga bisa memberi sedikit informasi, dan semoga ada kelanjutan tulisan yang bertema sama, karena perhelatan pemilukada juga belum berlangsung. C U All

 

 

Aku Bermimpi Jadi Presiden

Setiap kali media massa secara bertubi-tubi dan gaduh memberitakan dan mengulas sesuatu, aku terkena mimpi. Dahulu aku pernah bermimpi menjadi konglomerat.

Sejak kita memasuki era Reformasi, media massa gaduh sekali memberitakan dan mengulas apa saja dengan cara yang bagaimana saja tentang kehidupan bernegara dan berbangsa. Aku terkena mimpi lagi. Kali ini aku bermimpi jadi presiden. Dalam mimpi itu, sudah lama aku jadi presiden dengan dukungan yang besar dan luas. Namun, belakangan ini reputasi dan popularitasku merosot tajam.

Punya waktu

Namun, aku masih punya cukup waktu melakukan gebrakan yang akan mengabadikan namaku dengan tinta emas dalam sejarah. Kalau tak aku lakukan, sudah jelas namaku akan ditulis dalam sejarah dengan lumpur Lapindo. Maka, aku dihadapkan pada kondisi nothing to loose. Jadi, aku akan memberlakukan pemerintahan tangan besi. Untuk itu, aku telah dapat dukungan dari tentara. Aku sudah sabar, mati-matian mencoba berdemokrasi seperti yang dianjurkan Abang Sam, tetapi ketika citraku merosot sangat tajam, aku dihina rakyat dan tetanggaku sendiri, Abang Sam menghilang.

Dengan tangan besi, akan kulakukan tindakan berikut.

Melalui dekrit, aku bubarkan parlemen dan senat. Strukturnya kukembalikan jadi parlemen saja, yang kalau ditambah dengan wakil dari golongan fungsional dan daerah, jadi badan pertimbanganku yang aku anggap mewakili aspirasi seluruh rakyat. Dengan demikian, partai politik masih penting karena berfungsi mengisi sebagian dari parlemen melalui pemilu. Namun, partainya kusederhanakan hanya jadi dua. Kalau mau meniru AS, juga termasuk sistem dua partainya. Kabinet kujadikan sangat ramping: hanya 18 menteri. Yang jelas, lebih mudah mengendalikannya karena aku akan mengendalikannya dengan tangan besi juga.

KKN kuberantas dengan tangan besi. Kasus besar tetap diproses melalui hukum, tetapi aku tak mau buang banyak waktu dan tenaga untuk itu, apalagi kasus kecil. Sekaligus akan kubenahi seluruh lingkungan birokrasinya. Pertama kurampingkan kabinet. Setelah itu, semua jajaran di bawah kabinet kurampingkan. Jumlah jajaran setiap menteri sesuai dengan kebutuhannya. Masa badan kurus dan badan gemuk berbaju sama semua?

Birokrasi yang sudah ramping dan optimal aku tingkatkan pendapatannya sampai benar-benar cukup. Kalau masih berani korupsi, aku tembak mati.

Tanah dari siapa saja yang digarap oleh buruh tani dengan perolehannya hanya sebesar 2/5 dalam natura, kubeli paksa dengan harga yang kutentukan. Kalau menolak, kupenjarakan seumur hidup atau kutembak mati. Tanah milik negara kubagikan kepada para petani secukupnya supaya optimal, tak sekadar 0,3 hektar. Transmigrasi dan KB kugalakkan lagi.

Kementerian Keuangan, Bank Sentral, Percetakan Uang, dan Petral di Singapura kukuasai sepenuhnya. Dengan KKN yang luar biasa, penumpukan uang terjadi di sana selama dana belum dirampok habis. Dengan jumlah kementerian yang sudah sedikit, semua rekening kubekukan dan segera kucairkan kembali dalam rekening bank yang jumlahnya sedikit hingga lebih jelas dan sederhana pengelolaannya.

Kekayaan bangsa ini terdiri dari dua kelompok besar. Yang satu kekayaan yang dibentuk manusia, yaitu berproduksi dan berdistribusi dengan mengombinasikan berbagai faktor produksi yang penuh risiko kerugian. Para manusia entrepreneur ini boleh sebebas-bebasnya memupuk kekayaan melalui kegiatannya asal dalam rangka semua hukum yang berlaku.

Diberikan secara adil

Kelompok kekayaan bangsa yang lainnya adalah yang sudah ada di dalam perut bumi, dalam perairan, dan di atas tanah berbentuk hutan. Kesemuanya ini pemberian Tuhan Yang Maha-Adil kepada warga negaraku. Kekayaan alam ini tentunya diberikan kepada setiap manusia Indonesia secara adil. Maka, semuanya kukuasai untuk selanjutnya dikuasai sepenuhnya oleh BUMN yang harus menggunakan hasilnya bagi semua rakyat seadil-adilnya. Siapa yang menyuarakan dogma bahwa BUMN mesti korup, kuhukum seumur hidup.

Semua kontrak dalam bidang ekstraktif dengan swasta, baik asing maupun domestik untuk sementara dan parsial dihormati dalam arti, boleh melakukan pekerjaannya. Namun, semua hasil penjualannya harus dimasukkan ke dalam escrow account bank yang aku tunjuk. Ini tak berarti disita, tetapi penggunaannya harus dengan persetujuan bersama. Pajak saya naikkan tajam dan masa berlakunya semua kontrak ekstraktif aku persingkat.

Berbarengan dengan itu, segera kumulai berunding dengan mereka bagaimana cara terbaik untuk semua pihak menyerahkanya kepada negara melalui BUMN. Semua rencana BUMN untuk diswastakan kuhentikan. Semua persiapan untuk IPO kubatalkan. Otonomi daerah kubatalkan. Semua peraturan yang berlaku sebelum UUD 1945 diamandemen kuberlakukan lagi. Semuanya dilakukan dengan persuasi yang kuat atas dukungan angkatan bersenjata.

Utang pemerintah, baik luar negeri maupun dalam negeri, ditinjau kembali. Tidak dikemplang. Namun, dilakukan rescheduling dan haircut. Beban utang dan bunganya sudah merupakan 25% dari APBN. Bunga akumulatifnya yang dibayarkan sudah lebih besar daripada utang pokoknya. Ditambah dengan anggaran rutin, tak ada ruang gerak lagi untuk pembangunan barang, jasa publik, serta pelayanan pendidikan dan kesehatan buat golongan yang paling tak mampu. Akan kujelaskan kepada negara pemberi utang bahwa para pemberi utang selalu harus ikut bertanggung jawab kalau ada kredit yang macet. Mereka harus jujur bahwa mereka sebenarnya adalah rentenir atau lintah darat yang sudah cukup dari lebih mengisap darah rakyatku.

Pembangunan barang dan jasa publik, termasuk infrastruktur, dipergiat. Aku akan menentukan apa yang harus dianggap sebagai barang dan jasa publik dan penggunaannya gratis untuk siapa saja karena pembangunan maupun pemeliharaannya oleh hasil pajak dan hasil eksploitasi kekayaan alam yang milik rakyat seluruhnya.

Jalan raya bebas hambatan, air bersih, puskesmas, sekolah milik negara boleh dinikmati gratis karena pembiayaan oleh pajak, retribusi, royalti, premi asuransi jaminan sosial, dan pendapatan negara lainnya. UUD 1945 dikembalikan. Semua perundang-undangan yang ada ditinjau kembali, diselaraskan dengan maksud segala sesuatunya, dibuat optimal dan cocok untuk kondisi bangsa kita dewasa ini. Dari sana setahap demi setahap kita sempurnakan sesuai dengan perkembangan pendidikan, pengetahuan, dan kematangan rakyat kita dalam menjalankan demokrasi ala Indonesia.

Kulakukan semua ini agar lumpur Lapindo yang mulai menulis sejarahku bisa dihapus dan mulai ditulis kembali dengan tinta emas. Setidaknya tinta perak

Kwik Kian Gie | Kompas | Rabu, 3 November 2010

Posted with WordPress for BlackBerry.

Obama vs Osama

“Obama will never catch Osama”…this opinion that occurred in my neighborhood. Some of them even hold a game that use figure Obama or Osama. In this game Osama illustrated as Superman and Obama as Superboy. Who don’t know about them, one is the president of USA and one is the famous terrorist in Middle East. Both of them is a heroes for his country. As we know Superman is always win because he stronger than Superboy. They call this game “perang-perangan”. Actually it’s not a really game, it’s just parody for both person. Their name just different in letter “B” and “S”. And beware don’t inverted while call..ūüôā For my neighborhood, I say happy “perang-perangan”. I’m sorry if my posts make you confused..just kidding and talkative….

Posted with WordPress for BlackBerry.

WordPress for Blackberry

This is my first posting in english and my first posting via blackberry. First..I’m sorry if my english not good because my limitation to study english. Second.. appreciation about this gadget (Blackberry) because My job, my social network, and my hobby can do with this gadget. About a years ago when I knew this social network (wordpress) I always use my laptop and connect internet via modem or wifi. Actually I know this application (wordpress for blackberry) about 4 amount ago but only now I interested to use this application. Some function menu can operate normally, like posting, approve comment, etc. And I think this enough for my needs. But if you new in wordpress and intend to create your first page I recommended to create your first page via pc or laptop because some menu like theme, menu, setting widget not available in wordpress for blacberry..Okay guys..happy bloging with wordpress for blackberry and keep smiling..

Posted with WordPress for BlackBerry.

Blogku belum mati

Hmmmm…sudah lama rasanya tidak update postingan di blog ini. Hampir satu tahun…beberapa karena kesibukan yang berkaitan dengan posting terakhir, sebagian karena mutasi tempat kerja dengan perubahan pekerjaan baru, sebagian lagi karena kemalasan juga…atau lebih tepatnya kurangnya motivasi dalam menulis akan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain.

Hari ini secara sadar aku coba membuka lagi blogku, baca-baca lagi postinganku, aku temukan beberapa kisah aku, temenku, lingkungan sekitarku. Menyentuh, kadang gombal dan lebih parahnya lagi tidak bernilai apa-apa bagi orang lain. Huff…benar seperti kata temenku penulis, bahwa kalau ingin di ingat jaman, tetaplah menulis.

Beberapa hal yang membuat lama tidak posting disini juga karena perkembangan teknologi informasi (internet) itu sendiri. Beberapa komunitas mulai beralih ke situs jejaring sosial yg lain seperti friendster, facebook, twitter dan lain-lain. Beberapa memang memberi manfaat karena berhasil menemukan teman-teman masa sekolah dan ber say hallo…afther that..hanya tulisan-tulisan gak jelas yang kutemui disana.

Sebenarnya banyak hal yang mengganggu pikiranku dan ingin kutuangkan dalam tulisan, tapi hanya berwujud konsep dan konsep, dan akhirnya gak jadi di posting. Memulai lagi dari awal sebuah proses belajar menulis….hmmmm. Selama ini aku lebih banyak mendengar, membaca dan mengomentari, bukan lagi menulis…proses berproduksi. Suatu hal yang memberiku keleluasaan akan olah pikir, ketegangan sel-sel kelabu yang ingin memuntahkan semua dari tempurung otak.

Lebih tepat kalo tulisan ini adalah proses pengkabelan kembali sel-sel kelabu dalam otak. Ada beberapa sel dalam otak ini yang harus mulai ada pengkabelan kembali. Menuntut untuk diisi hal-hal diluar kebiasaannya. Beberapa sel dalam otak kiri seperti berteriak dan ingin membaginya dengan sel otak kanan. Merasakan sebuah beban yang berlebihan dalam kapasitasnya sebagai sebuah otak, sebagai penyeimbang aku coba menengahi kecemburuan otak kiri ini dengan mengajak otak kanan untuk menjalankan fungsinya.

Apa yang menjadi awal ingin menulis lagi di blog ini hanya semata karena ingin latah aja, ingin menulis yang mungkin terlupa di sekitarku, seperti yang dilakukan anjing pada saat mengencingi roda mobil..jadi air kencingnya bisa dibawa kemana-mana oleh si mobil tanpa harus anjing itu lari-lari mengelilingi jalan panjang untuk memberitahukan air kencingnyaūüėÄ

PPOB PLN, Pro dan Kontra

PPOB (Payment Point Online Bank) sudah di terapkan di beberapa daerah di Jawa Barat dan sekarang mulai diberlakukan juga di daerah lain. Pro kontra tentang pelaksanaan PPOB masih menjadi perdebatan di kelompok masyarakat, penyelenggara pembayaran rekening listrik, dan anggota dewan di daerah masing-masing.

Apa sih PPOB?

Payment Point Online Bank atau disingkat PPOB adalah layanan pembayaran rekening listrik  pelanggan PLN secara online melalui jasa Bank. PLN dengan beberapa kali kebijakan telah berupaya memperbaiki sistem pembayaran rekening listrik pelanggannya mulai dari manual, ofline kemudian sekarang menuju ke online. Beberapa produk yang diluncurkanpun diharapkan mampu meningkatkan kinerja PLN secara nyata. PPOB menggunakan jasa Bank sebagai lembaga keuangan, lembaga Switching sebagai gateway lalu lintas data, plus Data Center PLN sebagai penyedia data. Dan yang terakhir adalah outlet-outlet yang bisa berupa sebagai berikut:
-ATM             
-Teller             
-Auto Debet 
-SMS Banking
-Phone Banking
-Internet Banking
-SST
-KUD 
-EDC 
-Wartel 
-Yayasan            
-Kelurahan           
-Pesantren           
-Kantor Pos           
-Mobil Pos 

Pro kontra PPOB

Beberapa penolakan dan dukungan terhadap produk ini terus mengalir di masyarakat seperti terlihat di bawah ini :

PPOB sebagai solusi atau ilusi?

Dan salah satu penerapan PPOB inipun seperti diungkap pejabat PLN disini adalah untuk meminimalisir resiko dan menekan angka tunggakan serta mengurangi biaya operasional. Penerapan untuk daerah metropolis mungkin tidak menimbulkan dampak yang berarti dengan pengenaan biaya administrasi bank sebesar rp.1600 sampai rp.5000 karena tingkat ekonomi dan akses ke outlet-outlet berdekatan. Masalah justru dikhawatirkan timbul di pedesaan yang selama ini menerapkan
sistem kolektif dan tingkat ekonomi yang masih rendah serta akses ke outlet yang masih jauh. Tapi hal ini dibantah oleh pihak yang pro disini karena dianggap biaya administrasi PPOB lebih kecil dari biaya transportasi menuju ke outlet-outlet. Terlepas dari pro dan kontra yang terjadi dengan adanya PPOB, selama semua dapat dikomunikasikan dan tidak ada informasi yang ditutup-tutupi, sebagai pelanggan listrik akan menerima selama itu juga meningkatkan mutu layanan PLN pada saat terjadi gangguan,pemadaman serta troubleshooting lainnya. Warga di pedesaan entah karena sosialisasi yang kurang atau sebab lain sampai saat ini masih ada yang tidak tahu tentang perubahan-perubahan sistem pembayaran serta jatuh tempo waktu pembayaran. Sehingga masih ada saja pelanggan yang terkejut saat dikenai biaya keterlambatan karena kurang informasi. Pelanggan sudah sangat berterima kasih karena diterangi sampai saat ini.Dan anggaran yang di hemat dari pelaksanaan PPOB semoga dapat meningkatkan jumlah jaringan yang masuk ke pelosok desa dengan diinvestasikan untuk pembangunan pembangkit-pembangkit baru, sehingga seperti slogan PLN yang ingin menjadikan
listrik untuk kehidupan yang lebih baik.

Komunikasi Multi Arah

Bagaimana sebuah perusahaan bisa melibatkan pelanggannya dalam menentukan makna dan karakter dari produknya sudah banyak diterapkan oleh perusahaan-perusahaan kelas dunia. Beberapa pihak berpendapat bahwa saat ini sebuah produk tidak bisa lagi statis dan diterapkan secara sepihak oleh perusahaan. Begitu juga dengan PLN dengan PPOB nya. Beberapa upaya komunikasi eksternal ke poin-poin berikut mungkin sudah dilakukan :

-Hukum
-Pemda
-DPRD
-Ulama
-Pelanggan
-LSM
-Pers
-Mitra Kerja

Dan mungkin masih ada lagi upaya komunikasi multi arah lain (citizens brand mungkin?) yang dapat menggaet dan mempertahankan relasi emosional jangka panjang dengan komunitas dan masyarakat di sekitarnya. Tidak ada salahnya mengadopsi sebuah sistem yang sukses di satu daerah untuk diterapkan di daerah yang lain selama migrasi itu berlangsung mulus, cantik serta cerdas. Untuk daerah-daerah yang akan diluncurkan produk PPOB semoga dapat menikmati kemudahan layanan ini dan jangan menunggak lagi agar tidak terkena biaya keterlambatan. Jika anda merasa pro maupun kontra dengan produk ini, berpendapatlah..mumpung ini era kebebasan yang bertanggung jawab.

 (UPDATE PRO DAN KONTRA PPOB)

(D√ģrgh√Ęyuh sira sang rumengwa tuwi sang mamaca manulisa)